fbpx

Efek GDPR Bagi Blogger Dan Pebisnis Online

GDPR bagi blogger & pebisnis online

Artikel sebelumnya telah kita bahas apa itu GDPR.

Jika Anda belum mengetahui apa itu GDPR, silahkan baca sekarang di post ini :

Penjelasan lengkap apa itu GDPR ?

 

Mari kita mulai dari yang sulit terlebih dahulu.

Jika Anda atau perusahaan atau organisasi Anda menjalankan bisnis mandiri yang punya hubungan langsung dengan penduduk dari negara Uni Eropa, apa pun jenis usahanya, maka Anda mungkin perlu mencari konsultan profesional untuk mengatasi masalah ini.

Lalu bagaimana dengan model bisnis yang lain?

Jika bisnis Anda tidak mandiri, dalam hal ini berarti mengikuti atau jadi bagian dari organisasi lain, maka Anda harus senantiasa mengupdate informasi terutama ketika mepet dengan hari H saat peraturan berlaku. Cek saja inbox email Anda yang mulai gemerlap oleh informasi seputar GDPR.

Ini berarti hampir seluruh platform online mengikuti, berusaha dan terus berproses untuk memenuhi aturan GDPR sebelum tenggat waktu tiba. Setahu saya, Shopify, Wix dan beberapa platform populer telah memberikan petunjuk tentang bagaimana mengadopsi GDPR ke laman privacy policy.

GDPR bagi pemilik website & blogger

Jika web Anda tidak mengoleksi data pengunjung secara langsung dan hanya mencatat data web secara otomatis seperti lokasi, alamat IP, cookie, dengan target utama pengunjung non-eropa (apalagi cuma lokal di Indonesia) maka Anda dapat melakukan salah satu dari 2 opsi berikut:

Pertama, Anda dapat melakukan blokir terhadap pengunjung dengan ip dari negara Eropa menggunakan plugins atau tools yang tersedia. Silahkan Googling untuk caranya.

Langkah ini dapat Anda ambil untuk cari aman.

Tetapi jika Anda merasa bisnis Anda sama sekali tidak punya urusan dengan penduduk Eropa, silahkan abaikan saja peraturan GDPR ini karena toh diatas kertas memang tidak ada urusannya dengan Anda.

Kedua, Anda dapat mengupdate halaman privacy policy. Sama seperti peraturan yang menyangkut persoalan privasi lainnya, secara prinsip GDPR dapat diselesaikan dengan membubuhkan sebuah statement tambahan, yakni pernyataan bahwa kita tidak mengoleksi data personal sehingga tidak memiliki kewajiban apa pun untuk GDPR dan secara otomatis memenuhi aturan GDPR.

Begini kira-kira bunyinya:

“Because we do not collect or determine the use of any Personal Data contained in the Client Data and because it does not determine the purposes for which such Personal Data is collected, the means of collecting such Personal Data, or the uses of such Personal Data, We are not acting in the capacity of data controller in terms of the European Union’s General Data Protection Regulation (Regulation (EU) 2016/679, hereinafter “GDPR”) and does not have the associated responsibilities under the GDPR.”

Silahkan sesuaikan dan (jika perlu) konsultasikan policy statement diatas kepada ahli sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

GDPR untuk Adsense Publisher

Secara khusus Google telah memperbaharui TOS (term of service) bagi para publisher Adsense. Jika Anda belum menyetujuinya, silahkan periksa email dan segera setujui TOS terbaru ini.

Google adalah salah satu perusahaan yang memberikan perhatian yang sangat tinggi terhadap GDPR untuk dapat memenuhinya sebelum batas waktu peraturan ini diberlakukan.

Walau begitu, tidak ada banyak hal yang harus dilakukan oleh para publisher Adsense.

Google hanya menyarankan Anda untuk menambah tautan link di halaman privacy policy menuju laman policy untuk Partner sites (https://www.google.com/policies/technologies/partner-sites/) yang akan menjelaskan bagaimana Google mengelola data pada produk periklanannya.

Silahkan baca lebih lanjut informasi mengenai ini di laman resmi Google selengkapnya disini.

Tentu saja, besar kemungkinan masih akan ada beberapa update menjelang GDPR berlaku dan pasti akan saya informasikan jika ada yang dirasa penting dan relevan dengan informasi ini.



Leave a Reply

ten − 6 =

error: Content is protected !!